Korek Api Porno

Inilah bid’ah yg bercanggah dengan tuntunan Rasul saw. Mari kita lindungi anak-anak kita dari hal-hal negatif. Bahaya benda ini di depan mata. Degradasi moral generasi muda taruhannya. Apa yg bisa kita lakukan. Lapor polisi.

Jum’at, 26/10/2007 20:46 WIB

Sumber:
Tamam MubarrokDetikSurabaya

Mojokerto – Sejumlah pengurus Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kota Mojokerto, Jumat (26/10/2007) melaporkan peredaran korek api porno, ke Sentral Pelayanan Kepolisian (SPK) Polres Kota Mojokerto.

Namun petugas SPK menyarankan pelaporan disampaikan Sabtu (27/10/2007) pagi.

Saran agar laporan disampaikan besok, disebabkan surat yang disampaikan, ditujukan Kapolresta Mojokerto. Selain membawa surat, pengurus IPNU juga membawa korek porno tersebut.

“Kata petugas SPK, besok sekalian berdialog dengan Kapolresta,” kata Ketua IPNU, Junaidi Malik.

Selain IPNU, sejumlah aktivis Ikatan Pelajar Puteri NU (IPPNU) juga ikut melapor. Para generasi terpelajar NU ini meminta polisi mengusut dan mempersempit peredaran korek api porno, dengan cara menlakukan razia. “Ini sangat membahayakan moralitas para pelajar,” kata Junaidi.

Korek api bergambar porno tersebut, dapat mudah dijumpai di pasar-pasar maupun tempat penjualan korek api. Sepintas, korek api tersebut tidak ada bedanya dengan korek api lainnya. Namun saat lampu korek dinyalakan dan dipantulkan ke benda semisal dinding, akan keluar perempuan telanjang.

Peredaran korek api bergambar porno ini, lebih membahayakan dibanding ponsel bergambar atau bervideo porno. Sebab dengan harga sekitar Rp 3 ribu saja, korek api tersebut bisa dibeli dan dinikmati. “Ini kan anak orang miskin saja bisa beli, sehingga sangat berbahaya,” kata Junaidi.

Selain jenis satu gambar, korek api porno juga ada yang menyediakan gambar lebih banyak, dengan harga sekitar Rp 5 ribu. Paling tidak, dalam satu korek terdapat 5 gambar, dari gambar perempuan setengah telanjang, hingga perempuan telanjang bulat. (mar/mar)