Simulasi rukyatul hilal, Dzulhijah 1428 H

Kemungkinan besar tidak akan ada perbedaan untuk Hari Raya Qurban (Idul Adha) kali ini.

Berikut akan kami simulasikan rukyah pada tanggal 10 Desember 2007 untuk menentukan awal bulan baru Dzulhijah 1428 H. Disimulasikan dari lokasi : Jogjakarta, Latitude: 6° 28′ S, Longitude: 108° 18′ E. Sunset adalah jam 5:54:04 wib. Disimulasikan pada saat sunset.

Pertama, kami pakai software starcalc. Gambar berikut kami kira sudah jelas.

1 Dzulhijah 1428 H, starcalc

Matahari terlihat sedikit (mengintip), berwarna kuning di bawah. Posisi berada di sebelah kiri arah barat (W). Keterangan tertulis dibawah. Disimulasikan, 10 Dec 2007 AD 17h 54m 4s (sesuai sunsetnya). Lokasi ada di: Lat/Long: -6.47/108.30.

Posisi bulan adalah Az: 242.62 Alt: 6.49. Ra:17h 37m 37.7s. Dec:-27 der 48m 44d. Dengan posisi altitude 6.49 derajat, maka bulan lumayan tinggi untuk bisa di-rukyat pada saat sunset. Pada gambar di atas, bulan berwarna abu-abu dengan tanda kotak.

Terlihat bulan dan matahari berada di rasi Scorpius. Planet Jupiter dan setengah planet Pluto berada di belakangnya. Sehingga kalau kita mau rukyat beneran bisa sambil lihat-lihat Jupiter (dan Pluto) juga.

.

Kedua, pakai stellarium. Berikut hasilnya. Kedua simulasi menunjukkan hasil yang hampir sama.

1 Dzulhijah 1428 H, stellarium

.

Hasil kurang lebih sama. Simulasi terlihat lebih “user friendly”. Sayang bulan tertutup cahaya matahari yg masih sangat terang pada saat sunset.

Posisi matahari dan bulan berada di sebelah kiri arah barat (W). Terlihat pula Jupiter dan Pluto di belakangnya. Dalam keterangannya bulan berada pada altitude 6 der 22 menit 20 detik. Lihat bawah. Posisi bulan pada saat sunset (pukul 17:54:04 wib) lumayan tinggi untuk di-rukyat.

stellarium_10des2007note.jpg

.

Bulan setinggi 6 derajat lebih sudah dapat dirukyat menurut kriteria Imkanurukyat/MABIM (> 2 der). Inilah kriteria yang dipakai pemerintah Indonesia dan negara2 tetangga (ASEAN). Sedangkan kriteria Danjon (> 7 der) tampaknya mulai ditinggalkan dengan adanya telescope yang semakin canggih.

Jika simulasi di atas benar, maka 1 Dzulhijah 1428 H jatuh pada keesokan harinya, Selasa, 11 Desember 2007. Dengan demikian Hari Raya Idul Adha 10 Dzulhijah 1428 H adalah pada hari Kamis, 20 Desember 2007.

Namun demikian, ini hanyalah simulasi. Ini hanyalah estimasi. Kami tidak berani menetapkan. Hasil rukyah adalah kebenaran yang pasti.

Kami taqlid pada ulama yang mengatakan bahwa penetapan hari-hari besar adalah hak pemerintah. Oleh karena itu, kepastian yang sebenarnya tentang kapan jatuh awal bulan…tunggu pengumuman pemerintah.

.

Wallahu a’lam.