PMII seperti preman

Tadinya hanya baca sekilas di berita mengenai ketegangan n protes mas-mas mahasiwa ini kepada AdamAir di bandara. Masih wajarlah… darah muda. Merasa diperlakukan semena-mena. Walaupun ku pikir agak berlebihan.

Terus kok sidangnya rusuh juga. Terus kok bapak pejabat yg nota bene orang tua dibegitukan. Ini organisasi mahasiswa atau preman pasar? Beginikah potret generasi muda calon pemimpin bangsa kita?

Sumber: http://www.detiknews.com/


19/03/2008 13:27 WIB
Massa PMII Minta Tiket Pengganti, Ancam Sita Aset AdamAir
Anwar Khumaini – detikcom

.Jakarta – Negosiasi antara massa Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dengan AdamAir deadlock. AdamAir tak mau menerbangkan pesawat ke Batam, sementara massa tidak mau tiket diganti uang. Massa PMII meminta AdamAir menyediakan tiket pengganti. Bila tidak, massa akan menyita aset-aset AdamAir.

Ada sekitar 30 mahasiswa aktivis PMII yang terganjal terbang ke Batam dengan AdamAir. Mereka berasal dari berbagai kota, seperti Malang, Surabaya, Banten, Bandung, Jakarta, dan Yogyakarta. Mereka akan pergi ke Batam untuk mengikuti Kongres PMII yang digelar di kota tetangga Singapura itu.

Seharusnya, mereka terbang ke Batam Selasa (18/3/2008) kemarin. Namun, karena pesawat AdamAir tidak terbang, akhirnya mereka pun dengan sabar menunggu penerbangan AdamAir hari ini. Selasa malam, mereka diinapkan di mess AdamAir bersama para penumpang lain. Total ada sekitar 102 penumpang AdamAir yang akan terbang ke Batam.

“Kami tadi sudah melakukan negosiasi. Mereka ngotot tetap akan mengganti tiket dengan uang. Kalau uang refund gak diambil hari ini, akan hangus,” kata Usep Furqon, aktivis PMII dari Bandung menceritakan hasil negosiasi saat ditemui di Terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta, Rabu (19/3/2008).

Mahasiswa UIN Bandung ini menyatakan, karena AdamAir tetap tidak mau menerbangkan pesawat ke Batam, maka pihaknya meminta AdamAir menyediakan tiket pengganti ke Batam. “Kami tidak mau diganti dengan uang. Kami tetap bertahan untuk minta tiket pengganti. Ini harga mati,” tegas pemuda ini.

Kalau AdamAir menolak memberi tiket pengganti? “Kami akan demo besar-besaran ke AdamAir. Tapi, kami masih akan koordinasi dulu, karena ini keputusan organisasi,” ancam dia.

Selain itu, kata dia, mahasiswa PMII juga akan menyita aset-aset AdamAir yang lain. “Kami akan lihat nanti apa aset lain yang bisa kami sita,” ujar dia. Saat ini, aktivis PMII ini masih menyita satu buah mobil Isuzu Elf milik AdamAir. Kunci mobil ini mereka bawa, sehingga mobil tersebut terlihat terparkir di dekat kantor AdamAir.

Hingga pukul 13.20 WIB, mahasiswa PMII yang terlantar ini masih berkumpul di depan Kantor AdamAir Bandara Soekarnor-Hatta. ( asy / nrl )

Sumber: http://www.detiknews.com/

19/03/2008 19:31 WIB
Pihak Bandara Fasilitasi Keberangkatan PMII ke Batam
Anwar Khumaini – detikcom

Jakarta – Pihak administratur Bandara Soekarno-Hatta turun tangan menengahi PMII dengan AdamAir. Hasilnya, AdamAir sepakat untuk menerbangkan mereka ke Batam.

“Administratur bandara, Pak Herry Bhakti, telah menyanggupi mahasiswa untuk terbang hari ini ke batam. Tapi akan transit dulu ke Pekanbaru,” kata Kapolres Bandara Soekarno Hatta Kombes Pol Guntur Setyanto kepada wartawan di depan terminal 1C, Cengkareng, Tangerang, Rabu (19/3/2008).

Menurutnya, hal ini dilakukan untuk mencegah tindakan anarkis yang bisa dilakukan mahasiswa. Tapi dia belum bisa memastikan pesawat apa yang akan dipakai AdamAir untuk mengangkut 98 mahasiswa dan penumpang lain ke Batam.

“Kalau mengenai pesawat apa yang dipakai itu urusan AdamAir,” tuturnya.

Kesepakatan itu juga diamini oleh salah seorang perwakilan PMII, Ali. “Mereka memang menjanjikan kalau tidak malam ini, ya besok pagi kita akan diberangkatkan,” katanya.

Ali dan beberapa calon penumpang lainnya yang berjumlah sekitar 20 orang hingga pukul 19.00 WIB masih tampak bertahan di udara. Sementara banyak calon penumpang yang memilih untuk pulang atau mencari penginapan sambil menunggu kepastian kapan mereka akan diberangkatkan. ( gah / gah )

Sumber : http://jawapos.com/

Suasana Tidak Kondusif, Pimpinan Sidang Kabur

BATAM (BP) – Kongres XVI Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di Asrama Haji Batam kemarin kembali ricuh. Agenda Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) oleh Pengurus Besar (PB) PMII tertunda lantaran sebagian pengurus cabang PMII daerah nyaris adu jotos.

Tanda-tanda kegiatan kongres bakal kembali memanas sudah terasa sejak acara dimulai, sekitar pukul 14.00 WIB. Belum apa-apa, suasana sidang langsung hujan interupsi. Pimpinan sidang pun memberikan kesempatan kepada yang ingin angkat bicara. Suasana mulai gaduh. Peserta berebut pengeras suara. Mereka berusaha maju mendekati pimpinan sidang.

Ketegangan itu dipicu pro-kontra antar peserta terkait masalah tempat penyampaian LPJ. Dalam sidang kemarin, ada dua agenda penyampaian LPJ. Selain dari PB PMII, juga Korpri (Korps PMII Putri). Nah, pimpinan sidang menawarkan ke peserta. Apakah LPJ dilakukan di satu tempat atau terpisah.

Opsi itulah yang memicu perdebatan panjang. Para peserta sontak berdiri, adu pendapat, dan saling tunjuk. Bahkan, terlihat peserta merampas mik yang sedang dipegang peserta lain. Tak pelak, peserta itu pun marah dan nyaris melemparkan pengeras suara tersebut ke arah peserta yang meneriakinya.

Suasana di ruang sidang kian panas. Barisan Anggota Serbaguna (Banser) maupun panitia pelaksana maju berusaha menertibkan jalannya sidang. Namun, alih-alih suasana tertib, sebagian peserta justru maju dan berkumpul di depan. Mereka berteriak-teriak. Ada peserta yang saling menantang untuk adu jotos. Sebagian lainnya berusaha melerai. Sidang pun kacau.

Ketua Panitia Sudianto berusaha mengambil tindakan untuk meredam emosi peserta. Dia berdiri di atas panggung tempat pimpinan sidang. “Duduk, duduk, duduk,” seru Sudianto setengah membentak dengan menggunakan pengeras suara. Suasana sejenak tertib.

Namun, ternyata ketenangan itu tak berlangsung lama. Sidang kembali ricuh saat pimpinan sidang menyatakan penyampaian LPJ dilaksanakan di satu tempat saja. “Apakah setuju?” tawaran pimpinan sidang yang lagi-lagi disambut pro dan kontra.

Ketegangan memuncak ketika pengurus cabang asal Makassar tiba-tiba maju menyatakan keberatan. Sikap itu mendapat perlawanan dari pengurus cabang lain. Kericuhan akhirnya tak terbendung.

Melihat suasana yang tidak kondusif, pimpinan sidang terpaksa kabur setelah sempat mengetukkan palu.(why/jpnn/hud)

Sumber: http://suaramerdeka.com/


PB PMII Belum Minta Maaf kepada Menko Kesra
.
Batam, CyberNews. Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) belum meminta maaf kepada Menko Kesra Aburizal Bakrie atas tindakan PMII Jawa Timur yang mengusirnya saat memberikan sambutan pembukaan Kongres XVI PMII di Batam.

“Kami belum meminta maaf,” kata Ketua Umum PB PMII Hery Haryanto Azumi kepada ANTARA News di Batam, Jumat sore, setelah mantan Ketua Umum PB PMII Suryadharma Ali menyarankan PB PMII minta maaf kepada Aburizal Bakrie atas insiden Senin lalu.

Menurut Hery, PB PMII tidak bisa serta merta meluluskan saran dari senior, kendati Aburizal Bakrie datang sebagai Menteri sehingga seharusnya dipisahkan dari status di perusahaan Lapindo Brantas.

Hery mengelak rencana permohonan maaf akan disampaikan karena Ical, sapaan akrab Aburizal Bakrie, adalah pendonor terbesar Kongres XVI PMII di Batam.

Senada dengan Hery, Ketua Pelaksana Kongres Mujib Roni Raharjo mengatakan meskipun Ical menyumbangkan dana, namun jumlahnya tidak besar. “Lebih dari itu, keputusan kami tidak dipengaruhi besarnya jumlah donor,” katanya.

Lukai perasaan

Sementara itu, Ketua V PKC Jawa Timur Dewi Masyitah mengatakan menyesal jika PB benar-benar minta maaf kepada Ical.

“PB melukai perasaan kami, warga Porong, kalau benar-benar minta maaf,” katanya.

Ia mendesak PB PMII membuat sikap atas bencana yang menimpa warga Porong, Sidoarjo dan beberapa daerah di Jawa Timur.

“Kami merekomendasikan agar pemerintah mencabut status `bencana alam` atas musibah lumpur Lapindo,” katanya.

(ANT /CN09)

.

Ini berita sebelumnya .. memang mereka berwatak preman saya kira. Santri-santri yg mahasiswa? Benarkah ini organisasi-nya mahasiswa yg berbasis pesantren? .. Entahlah … sila tafsir sendiri.

Sumber: http://www.antara.co.id/

18/03/08 16:33
PBNU Sesalkan Aksi Perusakan Kantor PB PMII

Jakarta (ANTARA News) – Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Syaiful Bahri Ansori menyesalkan aksi perusakan kantor organisasi Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) di Jakarta, Selasa, yang dilakukan oleh kadernya sendiri.

“Kami sangat menyesalkan tindakan anarkhis itu. Apapun alasannya, sebagai mahasiswa tak pantas mereka melakukan hal seperti itu,” kata Syaiful.

Dikatakannya, peristiwa kekerasan itu mau tidak mau mengimbas pada NU, karena meski secara organisasi tidak ada kaitan antara NU dengan PMII, namun masyarakat tahu PMII berbasis mahasiswa NU.

“Ini akan jadi stigma kurang baik. Anak-anak NU kok seperti itu,” kata mantan ketua umum PB PMII setelah periode kepemimpinan Muhaimin Iskandar itu.

Sebelumnya, sejumlah anggota PMII asal Sulawesi Selatan mengamuk dan melakukan perusakan kantor PB PMII, tempat mereka menginap, karena kecewa tidak bisa berangkat ke Kongres XVII PMII di Batam.

Akibat ulah mereka, sejumlah kaca pintu dan jendela kantor PB PMII, baik yang berada di lantai satu maupun lantai dua pecah berantakan. Beberapa kursi dan sofa juga dibakar.

Pada kesempatan itu Syaiful juga menyesalkan kinerja panitia Kongres XVI PMII di Batam yang menurutnya tidak baik sehingga ada delegasi yang tidak bisa berangkat, yang salah satu eksesnya adalah peristiwa peruskan kantor PB PMII.

“Panitia harus introspeksi dan harus segera mencari solusi terbaik,” katanya.

Syaiful juga mengetuk para alumni PMII agar membantu kader-kader PMII asal daerah yang saat ini “terlantar” di Jakarta untuk mengirim mereka ke Batam atau pulang ke daerah masing-masing.(*)

COPYRIGHT © 2008