Youtube: “Kejarlah daku, kau ku tangkap”

Aku bingung dengan berita ni. Saya tidak paham. Apa logika saya yg terbalik.

Berita sebelumnya adalah Indonesia mengancam akan memblok situs youtube gara2 film fitna. Namun yang terjadi kemudian adalah justru youtube yang akan memblok pengguna internet Indonesia.

Anehh kan …. ???

Tadi-nya yang menuntut (akan memblok), sekarang malah jadi terhukum (diblok). Terkesan, pemerintah tidak punya daya tawar. Atau tidak menguasai masalah.. entahlah... Anehnya lagi, pemerintah malah terkesan senang dengan tawaran itu.

YouTube Blokir Akses Film ‘FITNA’ ke Indonesia

Kapanlagi.com – Tindakan pemerintah menyikapi peredaran film kontroversial FITNA membuahkan hasil. Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Muhammad Nuh mengatakan Google Inc sebagai pemilik situs YouTube akan memblokir permintaan akses yang berasal dari Indonesia untuk melihat film FITNA.

“Google tetap tidak akan menghilangkan film FITNA dari situs YouTube, tapi sebagai konsekuensi dari hukum Indonesia, maka Google akan memblok akses-akses bagi mereka dari Indonesia yang akan melihat film FITNA,” kata Menkominfo dalam jumpa pers soal tersebut di kantor Depkominfo di Jakarta, Jumat (11/4).

Nuh menjelaskan, pernyataan Google tersebut termuat dalam surat yang mereka kirimkan tertanggal 9 April 2008, sebagai jawaban surat permintaan pemerintah Indonesia agar YouTube menghilangkan film FITNA dari situs mereka.

“Isi pokok dari surat itu, pertama Google sebagai pemilik YouTube menghargai hukum yang berlaku di Indonesia, kedua Google juga menghargai kebebasan berekspresi bagi orang di seluruh dunia,” kata dia.

Karena beralasan menghormati kebebasan berekspresi tersebut, Google dalam surat balasan menyatakan YouTube menolak untuk menghapus film FITNA dari situs mereka.

Dalam surat yang ditandatangani oleh Vice President and General Counsel Google Inc Kent Walker itu, Google juga bersedia bekerja sama dengan pemerintah Indonesia dengan tidak meng-upload suatu bahan atau file yang bertentangan dengan hukum Indonesia dan hal itu diminta oleh pemerintah.

Nuh mengatakan pihaknya sangat bergembira karena tidak menyangka bahwa pihak Google mau menjawab dengan cepat surat permintaan pemerintah Indonesia terkait film FITNA.

“Kami ucapkan terima kasih kepada Google. Kamu juga ucapkan terima kasih kepada komunitas IT, blogger, APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia) dan Awari (Asosiasi Warung Internet Indonesia),” kata Nuh.

Selain itu, lanjutnya, berita pemblokiran film FITNA yang ramai di Indonesia juga memberi dukungan kuat bagi Google mau menghormati perundang-undangan di Indonesia dengan memblokir akses film itu dari Indonesia.

Surat balasan dari Google itu juga menyebutkan bahwa mereka berinisiatif untuk bekerja sama dan berdialog dengan Menkominfo untuk membicarakan mengenai film-film atau file-file yang melanggar hukum Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Menkominfo juga menjelaskan bahwa pihaknya menyediakan dua piranti lunak untuk memblokir akses pornografi di internet yang bisa diunduh download di situs Depkominfo. Piranti lunak anti pornografi yang diberi nama Naomi dan K-9 dari Depkominfo tersebut berbasis open source.

Nuh menambahkan pihaknya meminta bantuan dari seluruh elemen masyarakat untuk membuat gerakan massal memblokir akses situs pornografi di sekolah, di kantor dan di berbagai tempat lainnya. (*/boo)

.

Sumber: http://www.kapanlagi.com/

.

Berita sebelumnya dari :http://www.detikinet.com/
Selasa, 01/04/2008 15:40 WIB
Indonesia Segera Blokir YouTube!
Luhur Hertanto – detikinet

Jakarta – Akses terhadap situs YouTube terancam diblokir bila dalam dua hari tidak membuang Fitna dari content mereka. Aksi pemblokiran akan dilakukan oleh ISP se-Indonesia dengan koordinasi Depkominfo.

Demikian kata Menkominfo M. Nuh menjawab pertanyaaan wartawan usai upacara pengesahan Mahfud MD sebagai hakim MK di Istana Negara, Jakarta (Selasa, 1/4/1008).

“Batas waktunya dua hari (sejak hari ini). Bila sampai waktu itu Fitna belum juga di-remove, kita (akan) bekerjasama dengan ISP akan memblokir YouTube,” kata dia.

Menurut M. Nuh surat permintaan Pemerintah RI terhadap pengelola YouTube telah dilayangkan pagi ini. Demi memperkuat permintaan tersebut, di dalam surat itu disertai contoh kasus permintaan Pemerintah Kerajaan Thailand agar film yang menghina Raja Thailand di cabut.

“Kan pengelola YouTube yang tanggung jawab atas isi situs. Tidak mungkin kan kita yang edhel-edhel (mengacak-acak – red.) muatan situsnya,” jelas mantan rektor ITS ini.

.

.

Di mana posisi tawar pemerintah. Kalau memang mau mem-block, yaa block saja. Tegas saja. Kenapa justru dia (youtube) yg memblok kita. Beberapa negara lain pernah melakukan hal yang sama karena tersinggung oleh isi di youtube.

Simak berita di bawah ni.

.

http://www.kompas.co.id/

Tak Hanya Pakistan Larang Akses ke YouTube

Selasa, 26 Februari 2008 | 06:25 WIB

ISLAMABAD, SELASA – Pakistan bukanlah satu-satunya negara yang memblokade akses ke YouTube. Pada Januari lalu, sebuah pengadilan di turki memblok situs ini karena beberapa video klip yang menggambarkan penghinaan pada pendiri Bangsa Turki, Mustafa Kemal Ataturk. Di Turki penghinaan kepada Ataturk merupakan tindakan ilegal .

Akhir musim semi lalu, pemerintah Thailand melarang akses ke YouTube selama kurang lebih empat bua karena kilp-kilp yang menyerang pemerintahan monarki Thailand yang terhormat, Raja Bhumibol Adulyadej.

Warga Maroko, tahun lalu tidak dapat mengakses YouTube setelah para pengguna situs ini menayangkan sikap Maroko pada orang-orang di bagian barat Sahara, sebuah teritori yang masuk kontrol Maroko sejak tahun 1975.

Beberapa negara lain seperti brazil, China, Iran, Myanmar, Syria juga memblok akses ke situs Youtube selama beberapa tahun lalu. Di China penutupan akses ini karena dianggap subversiv, imoral (iran), memalukan figur terkenal (Brazil).

.

http://www.kompas.com/


Buntut Video Protes Tibet, China Putus Akses YouTube

JAKARTA, SENIN – Pengguna internet di China mulai hari Minggu (16/3) tidak bisa lagi mengakses situs YouTube.com. Pemutusan ini dilakukan setelah puluhan video mengenai unjukrasa di Tibet ditayangkan di situs video paling populer asal AS itu.

Penutupan akses YouTube itu merupakan bagian dari upaya-upaya pemerintah komunis China membatasi publikasi mengenai unjukrasa yang terjadi di ibukota Tibet, Lhasa, yang menentang kekuasaan pemerintah berkuasa.Akses ke YouTube, sebenarnya tersedia di China, tetapi telah ditutup setelah pada Sabtu kemarin situs tersebut menampilkan berita-berita media asing mengenai demonstrasi di Lhasa, kemudian montase foto-foto dan gambar-gambar terkait protes di Tibet.

Namun anehnya, beberapa situs China yang juga menayangkan gambar-gambar mengenai protes itu justru tidak ditutup aksesnya seperti 56.com, youku.com, dan tudou.com. Pemerintah China tidak berkomentar mengenai penutupan akses YouTube ini. Para pengguna internet di China menemukan halaman kosong (black screen) ketika mencoba membuka YouTube.

Pemimpin China menghendaki penggunaan internet hanya untuk pendidikan dan bisnis, tetapi menerapkan filter untuk memblokir akses material berbau subversif maupun pornografi. Website asing yang menayangkan berita organisasi dan kelompok-kelompok Hak Asasi Manusia (HAM) seringkali diblokir oleh pemerintah China apabila memuat informasi yang tidak diinginkan mereka.

Di China sedikitnya ada 210 juta pengguna internet, menurut data pemerintah, dan diperkirakan akan melampui Amerika Serikat sebagai negara dengan pengguna internet terbesar.(ANT/WAH)