Lumpur Lapindo, Citra Satelite dari Waktu ke Waktu

Citra satellite di bawah ini adalah citra-citra satelite dampak lumpur Lapindo di Sidoarjo. Semburan lumpur pertama kali terjadi pada bulan Mei 2006. Citra-citra satellite diambil dari : http://www.crisp.nus.edu.sg/coverages/mudflow/

Tidak diambil semuanya. Silakan menuju link di atas jika ingin melihat citra lumpur lebih banyak lagi.

.

Citra 06 Oktober 2005, sebelum semburan lumpur terjadi.

Lapindo 06 Okt 2005

.

Citra satellite images berikut memperlihatkan dari waktu ke waktu area yang terkena dampak lumpur Lapindo yang terjadi mulai Mei 2006.

Citra diambil 9 Oct 2006.

.

Citra 5 Jan 2007

.

Citra 5 June 2007

Lapindo 05 June 2007

.

Citra 5 Jan 2008

.

Citra 5 May 2008

Lapindo 05 Mei 2008

.

Tidak ada yang tahu pasti, kapan lumpur akan berhenti. Ramalan para ahli pun tak sepakat. Hanya Allah yang Maha Mengetahui.

Berikut cuplikannya,

http://www.tempointeraktif.com/hg/ekbis/2007/02/20/brk,20070220-93787,id.html

Ahli geologi dari Universitas Kyoto, Jepang, James Mori, menyatakan, tidak dapat memastikan kapan semburan lumpur Lapindo akan berhenti. “Sepuluh tahun, bahkan lebih. Kami tidak tahu,” ujanya setelah konferensi internasional tentang Lumpur Lapindo di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, Selasa (20/2).

http://www.suaramerdeka.com/harian/0702/21/nas09.htm

Para ahli geologi yang Selasa (20/2) kemarin berkumpul di Jakarta sepakat hingga saat ini belum ada teknologi yang bisa digunakan untuk menghentikan semburan lumpur panas PT Lapindo Brantas, di Porong, Sidoarjo.

Jika ini benar, maka diperkirakan semburan lumpur itu baru akan berhenti setelah 30 tahun.

Pendapat tersebut mengemuka dalam seminar International Geological Workshop Sidoarjo Mud Volcano yang diprakarsai Badan Penerapan dan Pengkajian Teknologi (BPPT). Tampil sebagai pembicara Kepala BPPT Ir Sahid D Jenie, Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Achmad Luthfi, dan peneliti kebumian dari Universitas Kyoto, Jepang, James J Mori.

http://www.sinarharapan.co.id/berita/0703/22/sh03.html

Salah satu pakar hidrogeologi Institut Teknologi Bandung (ITB), Lambok M. Hutasoit, tidak sepakat dengan perkiraan lumpur panas Lapindo akan berhenti dengan sendirinya dalam 30 tahun mendatang. Kepada SH di Bandung, Rabu (21/3), Lambok mengatakan lumpur panas Lapindo kandungannya merupakan fluida. Dengan demikian, alirannya tidak dapat diprediksi kapan akan berakhir.

Wallahu a’lam.

.

Yaa Allah yaa Rabbana.

Ampunilah hamba-hamba-Mu ini.