Dinasti Caleg

Ada anak pejabat dicalonkan menjadi calon legislatif (caleg). Jika mereka memenuhi syarat, itu sah-sah saja. Setiap warga punya hak yg sama. Kebetulan saja ayahanda-nya punya kuasa. Namun selaku pemilih, kami berhak pula mengetahui, siapa dan bagaimana track record si-caleg. Untuk kemudian menentukan pilihannya.

Beberapa koran (0nline) tidak menuliskan secara lengkap .. dia siapa anak siapa dari partai mana. Ada yg menulis inisialnya saja (kok malah seperti residivis), padahal kita ingin tahu secara detail latar belakang (calon) wakil kita sebelum memilihnya.

Hari ini ada ku temukan informasi yg sedikit lengkap mengenai dinasti Caleg ini. Berita tak ditulis semua, hanya yg berkenaan dengan Dinasti Caleg saja yg ditampilkan. Anda punya info lain?

.

Politik dinasti ini mencuat ketika sejumlah anggota parpol memasang anaknya pada jajaran caleg dalam Pemilu 2009 menda­tang. Di antaranya, Putra Nababan (PDI-P) putra dari Panda Na­baban.

Kemudian ada Putri Paundrianagari (PDI-P) anak Guntur Soekarnoputra, Agus Haz (PPP) anak Hamzah Haz, Anindya Bakrie (Golkar) anak Aburizal Bakrie, Dave Laksono (Golkar) anak Agung Laksono, Maruarar Sirait (PDI-P) anak Sabam Sirait, dan Puan Maharani (PDI-P) anak Megawati Soekarno Putri.

Selain itu ada Muhammad Iqbal (PPP) anak Bachtiar Cham­syah, Edi Baskoro Yudhoyono (PD) anak Susilo Bambang Yu­dhoyono, Ahmad Hafiz Thohir (PAN) adik Hatta Radjasa, Hilman Ismail (PPP) anak (alm) Ismail Hasan Metareum, Kartika Yudisti (PPP) anak Suryadharma Ali, Hanafi Amien Rais (PAN) anak Amien Rais serta Ikrar Fatahillah (PAN) anak AM Fatwa, dan masih banyak lagi lainnya. (sgt-70)

.

Sumber: http://suaramerdeka.com/