Pria 34 Tahun Punya 15 Anak dari 13 Wanita

London – Astaga! Di usianya yang baru 34 tahun, pria Inggris ini tengah menantikan kelahiran anak ke-16. Parahnya lagi, ke-16 anak kandungnya itu hasil hubungannya dengan 14 wanita berbeda! Ckk…ckk…ckk!

Seperti diberitakan harian Inggris, Daily Mail, Senin (28/11/2011), pria bernama Jamie Cumming tersebut telah memiliki 15 anak dari 13 wanita berbeda yang dipacarinya. Wanita ke-14 diperkirakan akan melahirkan anak Cumming lainnya dalam beberapa hari ini. Bahkan seorang wanita lainnya bakal melahirkan anak ke-17 bagi Cumming pada Januari 2012 mendatang.

Kekasih Cumming saat ini adalah Chelsea (19). Wanita itu akan segera melahirkan anak ke-16 bagi Cumming. Semula Chelsea diperkirakan akan melahirkan pada Jumat, 25 November lalu, namun kemudian dokter menyatakan wanita itu kemungkinan akan melahirkan pada 1-2 hari ini.

Dua pekan lalu, kekasih Cumming lainnya telah melahirkan anak ke-15 bagi pria pengangguran itu. Karena tak punya pekerjaan, Cumming tak bisa menafkahi anak-anaknya itu. Sebagian besar wanita-wanita yang telah melahirkan anak Cumming juga tidak bekerja sehingga mereka pun hidup dengan jaminan sosial dari negara.

Ibu Cumming, Lorraine, mengaku sangat malu atas perbuatan putranya itu. Sudah sejak lama ibu dan anak itu tidak saling berbicara. “Kami tak pernah saling bicara dan meski saya menyayangi dia sebagai anak saya, saya sangat kecewa atas cara dia menjalani hidupnya,” cetus Lorraine.

Cumming memiliki anak pertama kali ketika usianya 17 tahun. Anak yang diberi nama Samantha itu lahir pada 1995 lalu. Namun begitu Samantha lahir, Cumming mulai menjalin hubungan dengan wanita-wanita lain.
(ita/vit)

Sumber: http://www.detiknews.com/read/2011/11/28/161515/1777393/1148/?992204topnews

.

Sebuah komentar membandingkannya dengan dunia binatang.  Sumber: http://www.dailymail.co.uk/news/article-2067029/Jamie-Cumming-Dundee-16-children-14-women.html

Free Thinker, with great respect, comparison of this man’s behaviour with the breeding habits of certain animal species (such as lions or stags) simply points up the anomaly. In the wild, it is always the strongest and biggest male with the best genes who, having fought off the weaker males, proves himself to be the alpha male and the leader and therefore is chosen by the females to father, protect and support their offspring so that they can better survive to adulthood and become strong and independent in their own right. This man can’t even support or provide for himself, let alone his children, without massive financial help from the taxpayer. In the animal world, he wouldn’t stand a chance of passing on his genes. Even birds work hard to build nests to lay their eggs in before they breed. And therein lies the great paradox of our time…. why are many women nowadays choosing the worst providers and the most helpless, feckless males as fathers of their children?

– Susan, Manchester, 28/11/2011 09:20

(Terjemah bebas: Dengan penuh rasa hormat, perbandingan perilaku lelaki ini dengan perilaku perkembangbiakan hewan tertentu (seperti singa atau Stags) ada hal yang menyimpang. Di alam liar, selalu pejantan yang terkuat dan terbesar dengan gen terbaik, setelah mengalahkan pejantan2 yang lebih lemah, membuktikan dirinya menjadi pejantan terkuat dan menjadi pemimpin sehingga terpilih oleh para betina untuk menjadi ayah bagi anak-anak mereka, melindungi dan mendukung keturunan mereka sehingga mereka bertahan hidup lebih baik sampai dewasa dan menjadi kuat dan mandiri. Sementara itu, lelaki ini bahkan tidak mampu memenuhi kebutuhan untuk dirinya sendiri, apalagi untuk anak-anaknya tanpa bantuan finansial dari wajib pajak. Dalam dunia binatang, ia tidak akan lulus untuk menurunkan gen-gennya. Bahkan burung-burung bekerja keras untuk membangun sarang untuk meletakkan telur mereka sebelum mereka berkembang biak. Di sinilah letak paradoks besar kita …. mengapa banyak wanita kini memilih seorang lelaki terburuk, lemah dan tak berdaya, sebagai ayah dari anak-anak mereka?)