Pernikahan Syarifah Dengan Orang Awam

Menurut Ba Alawi (habaaib)

Tidak sah. Hubungan suami-istrinya dianggap zina, karena dianggap tidak sekufu. Menurut para habaib ba alawi, kasta kalangan orang biasa itu sangat rendah dibandingkan kasta ba alawi, sehingga laki-lakinya tidak pantas menikahi syarifah (perempuan dari ba alawi).

Menurut Non Ba Alawi

NIkahnya Sah. Lihat dalil di bawah.

Catatan Sejarah

Tercatat ada beberapa peristiwa pernikahan antara Syarifah (keturunan kanjeng Nabi SAW) dengan muslimin ahwal (bukan keturunan baginda Nabi SAW) pada masa awal perkembangan islam, yaitu :

1. Sukainah binti Husain bin Fathimah binti Muhammad Rasulullah, menikah dengan Zaid bin Umar bin Utsman bin Affan.

2. Fathimah binti Husain bin Fathimah binti Muhammad Rasulullah, menikah dengan Abdullah bin Amr bin Utsman bin Affan.

3. Fathimah binti Ali Zainal Abidin bin Husain bin Fathimah binti Muhammad Rasulullah, menikah dengan Al-Mundzir bin Zubair bin Al-Awam.

4. Idah binti Ali Zainal Abidin bin Husain bin Fathimah binti Muhammad Rasulullah, menikah dengan Nuh bin Ibrahim bin Muhammad bin Thalhah.

5. Fathimah binti Hasan Al-Mutsanna bin Hasan bin Fathimah binti Muhammad Rasulullah, menikah dengan Ayyub bin Maslamah Al-Makhzumi.

6. Ummul Qasim binti Hasan Al-Mutsanna bin Hasan bin Fathimah binti Muhammad Rasulullah, menikah dengan Marwan bin Aban bin Utsman bin Affan.

7.  Fathimah binti Abdullah bin Hassan bin Husain bin Fathimah binti Muhammad Rasulullah, menikah dengan Idris bin Abbas bin Uthman bin Syafie bin Saib bin Abu Yazid, dari pernikahan ini melahirkan  Imam Syafei (Muhammad bin Idris asy-Syafi`i)

Landasan Dalil

Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara …… (QS. Al Hujurat (49) ayat 10)

“Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui Maha Teliti” (QS. Al Hujurat (49) ayat 13)

”Sesungguhnya Allah telah menghilangkan dari kalian ashabiyah Jahiliyah dan kebanggaan dengan nenek moyang. Sesungguhnya yang ada hanyalah seorang mukmin yang bertakwa atau pendurhaka yang tercela. Manusia adalah anak cucu Adam, dan Adam diciptakan dari tanah, tidak ada keutamaan bagi orang Arab atas orang Ajam kecuali dengan takwa” (Hadits riwayat At-Tirmidzi)

Diriwayatkan Ibnu Hisyam, Rasulullah SAW berpesan dalam Haji Wada’:

“Wahai manusia, sesungguhnya Tuhan kalian satu, nenek moyang kalian satu, kalian semua berasal dari Adam, dan Adam itu dari tanah”

“yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah adalah yang paling bertakwa di antara kalian”

“tidaklah orang Arab atas non Arab dan tidak pula non Arab atas orang Arab, tidak pula orang berkulit merah atas orang yang berkulit putih, tidak pula orang yang berkulit putih atas orang yang berkulit merah itu ada kelebihan, kecuali dengan takwa.” (HR Ahmad)

wallahu a’lam.

Sumber:

https://kanzunqalam.com/2012/12/19/bani-israel-humanisme-islam-dan-pernikahan-syarifah/